Showing posts with label South Korea. Show all posts
Showing posts with label South Korea. Show all posts

Friday 2 February 2018

Winter di Korea Selatan, Tak Butuh Visa

Winter di Korea Selatan
안녕하세요, Welcome February! By the way, di Korea Selatan sana sedang winter loh kak. Bicara tentang winter, kalian pernah gak punya keinginan melihat salju di negara musim dingin? Secara kan kita tinggalnya di negara tropis. Mana ada winter, adanya musim hujan atau gak kemarau. Dan buat kalian pecinta  K-drama ataupun K-Pop, pastilah ingin suatu saat nanti kalian pergi ke Korea Selatan. Sekedar jalan - jalan, melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana sesungguhnya kehidupan masyarakat di negara abang Lee Min Ho itu. Benar kan kak?

Saya pun demikian, meskipun sudah pernah sekali ke Korea Selatan 5 tahun yang lalu saat musim semi aka spring, saya masih punya wishlist yang belum kesampaian di Korea sana. Ingin tahu bagaimana rasanya tubuh ini jika diterpa hujan salju di musim dingin. Mupeng karena saking seringnya menonton scene hujan salju dalam drama Korea.

Monday 18 May 2015

"Four Seasons House" K-Drama Location Street View

About Four Seasons House

 
Love Rain 사랑비 : scenes Jung Hana (played by Im Yoona) was located at Four Seasons House

As a K-drama big fans, you have been watch Love Rain (2012), played by Jang Geun Seuk & Im Yoona, right?. Well, most of scene drama Love Rain was taken at Four Seasons House. 

Four Seasons House is located in Sangsu-dong, Mapo-gu, Seoul and features props, items, photos and sets from director Yoon Suk-Ho's four seasons’ dramas. Yoon Suk-Ho’s series Autumn in my Heart (2000), Winter Sonata (2002), Summer Scent (2003), and Spring Waltz (2006) are among some of the most famous Hallyu dramas and capture the theme of pure love through vivid cinematography. 

Saturday 16 May 2015

"Hongdae Playground" K-Drama Location Street View

Hongdae Playground in Hongdae, Mapo-gu, Seoul

About Hongdae Playground
Hongdae Playground or Hongik Children's Park  located in front of Hongik University's entrance. One of Hongdae's landmarks. Flea markets, band performances, and various events are held here. Galleries, museums, and nightlife surround the playground.Always vibrant and energetic as a popular hangout place and a cultural space for young people. The epicenter for indie bands and underground music groups.


As far as I know, MBC K-Drama Coffee Prince (2007) & SBS K-Drama A Gentleman's Dignity (2012) filmed in Hongdae Playground. Scene Coffee Prince : Where Choi Han-kyul (played by Gong Yoo) bought Han Yoo-joo (played by Chae Jung-an) a hat from a street vendor . Scene A Gentleman's Dignity : Hong Se-ra (played by Yoon Se-ah) convinces Im Tae-san (played by Kim Soo-ro) to wear skinny jeans. 

"1st Shop of Coffee Prince" K-Drama Location Street View

The Exterior of The 1st Shop of Coffee Prince in Hongdae, Mapo-gu, Seoul in 2012 (source : wikipedia.org)

About 1st Shop of Coffee Prince
The 1st Shop of Coffee Prince was an old coffee shop in Hongdae area, that was remodeled for the filming Coffee Prince, a 2007 South Korean television drama. The eponymous cafe was reopened after filming concluded with the wall flowers painting by Han Yoo-joo and other props from the drama on display.


Location & Map 1st Shop of Coffee Prince

Friday 15 May 2015

Menjelajah Hongdae, Kawasan Kongko Anak Muda Paling Terkenal di Seoul

Selain dikenal karena keberadaan kampus Fine Arts and Design paling terkenal di Korea Selatan. Kawasan Hongik University atau biasa disebut Hongdae juga dikenal sebagai pusat bisnis seni kreatif Seoul, Korea Selatan. Berbagai jenis restaurant, cafe, street food, toko fashion, aksesoris, salon, tempat karoke, seniman pinggir jalan (penyanyi, pelukis, dsb), dan segala hal yang berbau anak muda ada di sepanjang jalan Hongik-ro dan sekitarnya. 


Ohh iya, bagi yang suka menonton Running Man (RM) pasti sudah tahu kan bahwa kawasan Hongdae ini pernah dijadikan sebagai lokasi syutingnya. Misi RM di episode 34 adalah mencari guest ( UEE & Park Jun Gyu) di restoran-restoran terkenal di kawasan Hongdae. Ada  20 restoran terkenal yang harus didatangi member RM. Setiap masuk ke restoran tersebut, member harus menghabiskan makanan yg ada di sana. Melihat tayangan RM di episode ini yang menampilkan berbagai makanan super lezat, benar-benar menggoda kita untuk berwisata kuliner di Hongdae.

Friday 8 May 2015

Cinta di Langit N Seoul Tower


Ke Seoul tidak lengkap rasanya jika belum mengunjungi N Seoul Tower. Dikenal juga dengan nama Namsan Tower atau Seoul Tower, salah satu landmark terkenal Seoul, Korea Selatan. N Seoul Tower merupakan sebuah menara pemancar radio yang berlokasi di puncak Gunung Namsan (236.7 mdpl), pusat kota Seoul. Gedung ini dibangun pada tahun 1969, dan dibuka untuk umum pada tahun 1980, tinggi menara ini mencapai 236.7 m dari dasar menara dan berada di ketinggian 479.7 m di atas permukaan laut. 

Namanya semakin dikenal semenjak booming demam Korea dimana sudut-sudut romantisme dari N Seoul Tower dijadikan sebagai lokasi syuting berbagai K-drama. Sebut saja My Girl (2005), Witch Yoo Hee (2007), Boys Before Flower (2009),  My Love From Another Star (2014), dan MBC Variety Show “We Got Married, scene Nichkhun/Victoria, Park Jae-jung/Uee, & Alex/Shin Ae. "Hapal banget ya kak?, lol ". Dan dalam rangka promosi wisata Seoul (2010), pemadangan N Seoul Tower ditampilkan di MV Super Junior & SNSD bertajuk Infinitely Yours, Seoul. Tentunya promosi tersebut semakin mendongkrak wisatawan yang datang berkunjung ke N Seoul Tower. Termasuk saya yang memasukkan N Seoul Tower sebagai list yang wajib dikunjungi di Seoul, Korea Selatan.

Wednesday 6 May 2015

Berburu Makanan Halal di Itaewon, Seoul

Susah menemukan makanan halal di Seoul? Jangan khawatir kakak. Adalah Itaewon yang sejak lama dikenal sebagai kawasan ekspatriat karena saking banyaknya orang asing  dari berbagai negara yang mendiami Itaewon-dong, Yongsan-gu, Seoul ini. Bagi wisatawan muslim Itaewon sangat dikenal karena keberadaan The Seoul Central Mosque, masjid terbesar di Korea Selatan. Menjadikan Itaewon sebagai tempat berkumpulnya muslim di Korea. Tentunya penjual makanan halal sangat mudah ditemukan di sini. Restoran ataupun kedai makanan pinggir jalan di kawasan Itaewon tidak hanya menjual makanan khas Korea tetapi juga makanan internasional dari berbagai negara seperti makanan khas Turki, India, Thailand, Eropa, dll. 

 Tourist Map of Itaewon (source : Seoul Metropolitan Government)

Monday 4 May 2015

Seoul Night City Tour Bus

Setelah mengunjungi Nami Island dan Petite France, kami kembali ke Gapyeong Station di sore hari. Menaiki kereta subway ke Seoul demi mengejar waktu keberangkatan Seoul Night City Tour Bus. Dengan rute perjalanan : Gapyeong Station, Gyeongchun Line --> transit di Sangbong Station, berpindah jalur Junggang Line --> transit di Hoegi Station, berpindah jalur ke Line 1 --> transit di Jong-no 3(sam)-ga Station, bepindah jalur ke Line 5 --> stop di Gwanghwamun Station, Line 5. Dari Gwanghwamun Station keluar melalui Exit 6 menuju Donghwa Duty-free Shop. Nah di depan toko inilah halte keberangkatan Bus Seoul Night City Tour.

Saturday 2 May 2015

Menginap di Ann Guesthouse, Seoul

Meskipun belum rela meninggalkan Gunung Seorak, kami harus bergegas menaiki bus kembali ke The House Hostel, Sokcho siang itu. Untungnya kami sudah check outpacking rapi barang-barang bawaan kami tadi pagi sebelum berangkat ke Seoraksan. Jadi tinggal menggambil titipan tas kami & berpamitan dengan Mr. Yoo.  Tak lupa berfoto bersama di akhir perjumpaan.

Dari The House, kami berjalan kaki ke Sokcho Intercity Bus Terminal. Semakin siang ternyata udara kota Sokcho masih tetap dingin. Tentunya membuat perut semakin keroncongan. Kami pun membeli nasi seafood kemasan di minimarket GS25 yang berada tepat di seberang bangunan Sokcho Intercity Bus Terminal. Bayar dan langsung minta tolong kepada casier untuk dipanaskan di microwave yang disediakan minimarket. Tidak menunggu lama, nasi seafood hangat tersebut siap dimakan. Makan siang praktis sembari menunggu keberangkatan bus.

Kembali ke Seoul
Bus yang akan membawa kami ke Seoul berangkat tepat waktu sesuai jadwal yang tertera di tiket, pukul 14.30 Waktu Korea. Sebelumnya kami sengaja memesan kursi satu row paling belakang & kursi yang berdekatan supaya duduknya tidak berjauhan. Perlahan bus bergerak meninggalkan kota Sokcho.

Monday 27 April 2015

Daftar Restoran Halal di Korea Selatan

Korea Selatan merupakan surga berbagai macam kuliner yang menggungah selera. Namun, bagi traveler muslim menemukan makanan halal di negara yang mayoritas penduduknya non muslim ini tentunya bukan hal yang gampang. Karena daging babi adalah bahan yang sangat umum digunakan di Korea Selatan. Belum lagi kesulitan berkomunikasi dengan penjual makanan yang sebagian besar tidak bisa berbahasa Inggris. Mengharuskan kita untuk ekstra hati-hati dalam mengkonsumsi makanan dan jajanan jalanan yang kemungkinan besar tidak halal.


Sebelum berangkat traveling ke Korea Selatan, jangan lupa menghafalkan kalimat "저는 돼지고기 안 먹어요 , jeoneun dwaejigogi an meog-eoyo" (Saya tidak makan daging babi). Setiap kali membeli makanan saya mengucapkan kalimat ini, memastikan apakah makanan yang dibeli mengandung babi atau tidak. Meskipun disambut dengan tatapan bingung si penjual karena kalimat Korea yang saya lafalkan terdengar aneh,, mungkin #lol. 

Sebagai referensi traveler muslim sekalian untuk menemukan makanan halal, berikut daftar restoran halal  di Korea Selatan.

Sunday 26 April 2015

Daftar Mesjid & Musholla di Korea Selatan

Buat traveler muslim yang berencana keliling Negeri Ginseng, berikut adalah referensi tempat beribadah atau tempat bersilaturahmi sesama muslim. Berikut daftar masjid, Islamic Center, musholla atau ruang shalat yang tersebar di penjuru Korea Selatan.


Masjid & Islamic Center

  1. The Seoul Central Mosque : 39, Usadan-ro 10-gil, Yongsan-gu, Seoul. 02-793-6908
  2. Islamic Center Pocheon : 9, Solmoru-ro 98beon-gil, Soheul-eup, Pocheon-si, Gyeonggi-do. 031-542-4696 
  3. Masjid Paju : 89-52, Tongil-ro 620beon-gil, Wollong-myeon, Paju-si, Gyeonggi-do. 031-946-2110 
  4. Masjid Bupyeong: 5, Majang-ro, Bupyeong-gu, Incheon. 032-512-2612
  5. Masjid Ansan : 16-1, Wongokgongwon-ro, Danwon-gu, Ansan-si, Gyeonggi-do. 031-492-1948
  6. Masjid Anyang Rabita : 45, Samdeok-ro 37beon-gil, Manan-gu, Anyang-si, Gyeonggi-do. 031-444-7757
  7. Masjid Gwangju : 10, Yeokdong-ro 34beon-gil, Gwangju-si, Gyeonggi-do. 031-761-3424
  8. Masjid Abu Bakr al Siddiq Jeonju : 31, Baekdong 6-gil, Deokjin-gu, Jeonju-si, Jeollabuk-do. 063-243-1483
  9. Masjid Usman Daegu  : 3, Waryong-ro 54-gil, Dalseo-gu, Daegu. 053-523-2171
  10. Masjid Al-Fatih Busan : 113-13, Geumdan-ro, Geumjeong-gu, Busan. 051-518-9991. www.busanislam.or.kr
  11. Islamic Center Jeju : 1208, Jeonghan Office Hotel, 42, Noyeon-ro, Jeju-si, Jeju-do. 064-712-1215

Selain itu, ada sekitar 50-60 masjid temporer di seluruh Korea antara lain di Gwangju Provinsi Jeolla, Dongan, Incheon, Daegu, Macheon, Maseog, dan Kimpo.

Myeongdong...Fashion Streets, Seoul

Tourist Map of Myeongdong, Seoul, Seouth Korea

Sunday 19 April 2015

Bertemu Salju Musim Semi di Seoraksan, Korea

Salah satu cerita paling seru dari perjalanan Korea Selatan adalah ketika bertemu salju “beneran” untuk pertama kalinya. Beruntung sekaligus norak, hehe!!. Ke Korea saat musim semi, siapa sangka bukan hanya melihat cherry blossom dan bunga-bunga bermekaran tetapi juga melihat hamparan salju putih yang memang belum pernah saya lihat sebelumnya.

Salju Musim Semi di Seoraksan 
------------------
Setelah membeli tiket bus kembali ke Seoul di Sokcho Intercity Bus Terminal, kami lanjut berjalan ke halte bus dekat The House. Dari sini lah kami menaiki bus bernomor 7 menuju Seoraksan. Harga tiket bus nya 1.100 won (sekali jalan). Ohh iya, pembayaran ongkos bus Sokcho, tidak bisa menggunakan T-money (2013). Pembayaran dilakukan dengan memasukkan uang tersebut ke wadah bening tertutup yang terletak di pintu masuk bus persis di samping kursi supir. “Bayarlah uang pas karena supir tidak menyediakan uang kembalian!” Begitu tips dari Mr. Yoo tadi malam.

Thursday 16 April 2015

Morning Walk in Sokcho

Sokcho adalah sebuah kota kecil di Provinsi Gangwon-do, Korea Selatan. Wilayah seluas 105.25 km2 ini sebelah timur berhadapan langsung dengan Laut Timur Semenanjung Korea dan sebelah barat dilingkupi Rangkaian Pegunungan Tabaek (Taebaek Mountain Range) dengan puncak tertingginya Gunung Seoraksan (1,708 m). Keberadaan Laut Timur dan Gunung Seoraksan ini menjadikan Sokcho menjadi salah satu tujuan wisata yang populer di Korea Selatan. The Sky to Sea Activity. Dari wisata alam pegunungan hingga wisata bahari ada di sini.

Menyusuri jalanan Subok-ro
Pagi itu Mr. Yoo mengatakan bahwa telah terjadi hujan salju di daerah Gunung Seoraksan tadi malam. Seketika raut muka kami berbinar-binar mendengar kata SALJU tersebut. Huaahhh...Siapa sangka berkunjung ke Korea saat musim semi, kami berkesempatan melihat salju. Benar-benar beruntung....gak perlu menunggu winter lagi kan.

Sebelum berangkat ke Seoraksan, kami berjalan kaki ke Sokcho Intercity Bus Terminal terlebih dulu untuk membeli tiket bus kembali ke Seoul di siang harinya. Sembari melihat-lihat suasana Sokcho di pagi itu. Kami menyusuri jalanan Sokcho yang terlihat masih lengang. Sangat sepi dan kompeks pertokoan masih tutup. Mobil-mobil terparkir di tepi-tepi jalan. Sangat jauh berbeda dengan suasana Seoul yang tak pernah tidur, selalu ramai & sibuk bahkan di awal pagi.

Kami pun bebas menguasai jalan untuk berfoto-foto. Apalagi begitu melihat view Gunung Seoraksan nun jauh di sana terlihat memutih tertutup salju. Udara dingin bukan hambatan untuk menikmati keindahan kota Sokcho di pagi itu. Hahhh,,,rasanya seperti di drama-drama Korea yang saya tonton itu. Suasana Korea seperti di Sokcho inilah yang sangat saya sukai.


Tuesday 14 April 2015

Menginap di The House Hostel, Sokcho

Di Sokcho Intercity Bus Terminal , saya pun bertemu kembali dengan “Medi, Septi, Mb Laras, Mb Mona, Mb Yetty, Mb Khaira, Tante dan Om Mbak Khaira” (sengaja menyebut nama mereka satu-persatu, ketika cerita ini ditulis mendadak saya menjadi rindu momen-momen bersama mereka di Korea :D). “Mereka apa kabar ya sekarang?”. How time flies, it seems like yesterday.

The House Hostel adalah hostel tempat kami menginap selama 1 malam di Sokcho. Bagi traveler yang pernah berkunjung ke Sokcho, pastilah merekomendasikan hostel ini. Perlu diketahui bahwa permintaan booking kamar/bed The House Hostel sangat tinggi . Supaya menghindari kehabisan kamar (full booked), lebih baik melakukan reservasi online jauh-jauh hari. Kami saja yang melakukan pemesanan melalui www.hostelbookers.com  3 bulan sebelum kedatangan kami di Sokcho, nyaris tidak mendapat kamar saat itu. Informasi lebih lanjut mengenai jenis kamar dan harganya dapat dilihat di link berikut : Reservation Guide of The House Hostel Sokcho.

Welcome to The House

Dari Hujan Air di Seoul Hingga Hujan Salju di Sokcho

06 April 2013...

Sejak pagi hujan tak kunjung berhenti mengguyur Seoul. Traveling di saat hujan mengakibatkan mobilitas menjadi terbatas. Setelah menjelajah Bukchon Hanok Village dan Insadong siang itu, hujan bukannya reda malah semakin deras. Temperatur udara bahkan menyentuh angka 2 derajat celcius. Udara dingin semakin menusuk hingga ke tulang. Membuat langkah kaki semakin berat. Saya pun memutuskan untuk menyudahi walking tour dan berangkat lebih awal ke Dong Seoul Bus Terminal.  

Tujuan saya hari ini adalah melanjutkan perjalanan ke kota Sokcho. Bertemu kembali dengan teman-teman yang berpisah penerbangan di Jeju tadi pagi.

Dong Seoul Bus Terminal berada di timur kota Seoul. Melayani Express Bus dan Intercity Bus dengan tujuan kota-kota di provinsi Gyeonggi, Gangwon, Gyeongsang, Chungcheong, dan Jeolla. Dong Seoul Bus Terminal dapat diakses dengan Seoul Subway Line No.2 menuju Gangbyeon Station. Keluar dari stasiun melalui Exit 4, gedung terminal ini berada di seberang Gangbyeon Station, hanya berjarak 50 meter .

Di lantai dasar gedung terminal berjejer loket-loket besar tempat pembelian tiket ke berbagai tujuan kota. Saya pun langsung mengantri membeli tiket. Saya menanyakan ke petugas loket mengenai jadwal keberangkatan bus ke Sokcho. Karena petugas tersebut tidak bisa berbahasa Inggris, membuat saya harus menggunakan bahasa tubuh. “SOKCHO FOR ONE PERSON, PLEASE”. Satu tiket bus tujuan Sokcho, seharga W 17.300, dan jadwal keberangkatan pukul 04.00 pm akhirnya saya dapatkan.  Di tiket tertera informasi nomor peron (platform) keberangkatan. Untuk memastikan kembali lokasi peron keberangkatan bus Sokcho, saya bertanya ke bagian informasi terminal. Dengan berbahasa Inggris aksen Korea yang kental (Konglish), si petugas informasi menjelaskan pertanyaan yang saya ajukan.

Karena masih ada waktu sekitar 1.5 jam sebelum keberangkatan bus, saya pun mengisi waktu dengan berkeliling gedung terminal. Terdapat toko buku, coffe shop, supermarket, dan berbagai fasilitas lainnya. Kebersihan terminal bus Korea sangat terjaga, terlihat dari toilet terminal yang bersih. Suasana terminal sangat ramai. Sejauh mata memandang hanya terlihat perawakan orang lokal Korea saja. Saya sendiri jelas terlihat stranger *mungkin* di mata mereka.  

Di sini saya mendapat teman baru dari pertemuan tak sengaja di Dong Seoul Bus Terminal . Di tengah keramaian, tiba-tiba saya dihampiri dan ditanyai oleh 2 orang wanita muda Korea. Entah karena rasa keingintahuan mereka atau karena kasihan melihat ekpresi wajah saya yang “alone” sendiri ini di tengah lautan manusia Korea ini. Singkat cerita... saya pun berkenalan  dengan mereka, namanya Hani & Youngju. Cerita dan bercerita... Mereka adalah mahasiswa yang sedang melakukan kampanye keagamaan untuk mengurangi tingginya angka bunuh diri di kalangan anak muda Korea. Mungkin karena obrolan kami nyambung dan seru, Hani pun meminta bertukar ID Kakao."Hahhh,,senangnya bisa berkenalan dengan mereka :)".  Cerita lebih lengkap akan saya posting di bagian berbeda.

Saya sudah berada di peron, 30 menit sebelum jadwal keberangkatan. Duduk di kursi tunggu yang tersedia bersama penumpang lainnya. Seorang haraboji (kakek) di sebelah kursi saya terlihat sangat penasaran melihat penampian alien/asing saya. Beliau pun bertanya mengenai darimana asal saya, sedang apa di Korea, dan berbagai pertanyaan lainnya dengan berbahasa Konglish yang juga kental. Saya pun menjawab pertanyaan kepo haraboji (tak lupa dengan senyum khas saya :)). Bus yang ditunggu-tunggu akhirnya datang dan parkir di peron. Penumpang bergegas naik ke dalam bus karena bus tujuan Sokcho jam 04.00 pm tersebut segera berangkat. Supir  memeriksa karcis tiket satu persatu penumpang di dalam bus. Tidak menunggu bus terisi penuh penumpang, bus pun berangkat tepat waktu.

Saya duduk di kursi sesuai nomor yang tertera di tiket saya. Ruang kabin bus terlihat sangat luas dan nyaman sekali. Kursi-kursi bus terlihat banyak yang kosong. Beberapa orang penumpang bus adalah pemuda yang memakai baju tentara Korea. Teringat di terminal Dong Seoul Bus tadi juga banyak pemuda "oppa (abang)" Korea berseragam tentara hilir mudik. Saya pun langsung teringat info yang pernah saya baca bahwa salah satu lokasi pendidikan wajib militer Korea Selatan berada di Sokcho. Hmmm...sepertinya di Sokcho nanti saya harus mengalokasikan waktu untuk melihat-lihat lokasi pelatihan wamil, manatahu bisa ketemu artis Korea yang sedang wamil. lol

#Day6 Perjalanan dari Seoul Menuju Sokcho

Saturday 11 April 2015

Cuci Mata di Insadong


Insadong terletak tidak jauh dari Bukchon Hanok VillageDari Anguk Station (Seoul Subway Line 3, Exit 6), cukup berjalan kaki sekitar 100 m, kemudian belok kiri.  Atau bisa diakses dari Jonggak Station (Seoul Subway Line 1, Exit 3). Dari Jonggak Station, berjalan kaki sekitar  300 m, kemudian belok kiri di 4 persimpangan jalan, lanjut lagi berjalan kaki sekitar 100 m, Jalan Insadong (Insadong – gil) berada di sisi kiri jalan.

Pada masa Dinasti Joseon (1392-1910), Insadong- gil merupakan Dohwawon yaitu tempat belajar bagi pelukis kerajaan. Wilayah ini berkembang menjadi pusat seni bagi pelukis & pengrajin. Para pecinta seni tersebut kemudian mendirikan toko di sepanjang jalan Insadong. Berbagai kerajinan rakyat seperti tembikar dan lukisan dijual di tempat ini. Hingga saat ini Insadong telah menjelma menjadi salah satu pusat barang-barang antik/tradisional khas Korea. Bangunan-bangunan toko modern berdampingan dengan bangunan-bangunan tradisional Korea semakin menambah keunikan Insadong.

Wednesday 8 April 2015

Bukchon Hanok Village, Kampung Tradisional Korea di Tengah Himpitan Beton Seoul


Sebagai ibukota negara Korea Selatan, Seoul merupakan salah satu kota metropolitan terpadat di dunia. Lebih dari 10 juta orang hidup dalam area seluas 605.21 km² ini . Seoul juga tercatat sebagai  peringkat ke-9 kota dengan jumlah gedung pencakar langit terbanyak di dunia. Perkembangan modernitas gedung-gedung beton yang terbilang sangat pesat, tidak lantas membuat Seoul kehilangan identitas arsitektur tradisional Korea nya .
 
Bukchon Hanok Village merupakan rumah bagi ratusan rumah tradisional Korea yang disebut 'hanok'. Dinamai 'Bukchon' yang berarti desa utara  karena letaknya di bagian utara Cheonggyecheon Stream dan Jongno. Perkampungan hanok bagi bangsawan kerajaan ini sudah ada sejak jaman Dinasti Joseon, ratusan tahun yang lalu . Meskipun lokasinya kini terhimpit beton Seoul, keberadaan hanok-hanok di Bukchon tetap dilestarikan dan dijaga dengan baik. 

Tuesday 7 April 2015

Dream Mate in Flight, Jeju - Gimpo

Prolog...Bagi para pecinta drama Korea sejati pastinya sudah menonton salah satu drama lawas "Full House" yang sangat booming di jamannya. Hyaa,,ketahuan sudah tua ya kak. Diceritakan bahwa scene pertemuan pertama kali Han Jieun dan Lee Youngjae terjadi di sebuah penerbangan menuju Shanghai, China. Gadis biasa dan aktor tampan terkenal Korea ini duduk bersebelahan. Berawal dari hanya sebatas teman sebangku di dalam pesawat, hubungan mereka pun berubah menjadi pasangan hidup yang endingnya hidup saling mencintai.


Monday 6 April 2015

Drama ke Bandara Jeju

Jeju International Airport
Setelah mati suri dalam waktu yang sangat lama, saya pun kembali bersemangat menulis lanjutan cerita pengalaman traveling saya selama 10 hari di Korea Selatan, 2 tahun lalu.  Traveling sebentar saja, tetapi memposting ceritanya lama banget ya kakak!! :)) #mianhaeyo. Mari kita berflashback ke waktu itu....

Jeju, 06 April 2013
Adalah hari terakhir kami di Jeju. Di awal pagi, kami mulai menyibukkan diri bersiap-siap sebelum ke bandara. Free breakfast dari SUM Guest House berupa roti bakar dengan selai berbagai pilihan rasa dan minuman susu atau jeruk khas Jeju, tak boleh dilewatkan.

Jadwal penerbangan kami terbagi ke 2 waktu. Sebagian besar take off nya (Mbak Mona, dkk) jam 08.30 pagi Waktu Korea, dan sisanya (termasuk saya) take off 1 jam kemudian. Dengan pertimbangan waktu tempuh menaiki bus dari SUM menuju bandara sekitar 25 menit, kami bersembilan pun sepakat untuk menaiki bus bersama-sama menuju Bandara Jeju sekitar jam 7 pagi.